fokushari. Com. Pemerintah Republik Indonesia dalam rangka menindak lanjuti isi dari Regulasi konstitusinya Undang – undang dasar 1945 pada pasal 31 Ayat 4 untuk bangun mencerdaskan SDM generasi muda bangsa indonesia, maka pemerintah memprioritas anggaran pendidikan sekurang – kurangnya dua puluh parsen dari anggaran pendapatan belanja negara / APBN serta dari anggaran pendapatan belanja daerah / APBD untuk memenuhi kebutuhan kepentingan penyelengaraan pendidikan nasional,
Seperti untuk pembangunan Prasarana dan fasilitas lainnya di setiap jenjang pendidikan , mulai pendidikan dini sampai pada tingkatan perguruan tingginya,
Untuk demi tercapai pembangunan yang berkwalitas dan kuantitasnya serta tepat sasaran pengunaan Anggarannya, pemerintah Indonesia membuat bermacam – macam regulasinya ,supaya dapat di pergunakan sebagai landasan atau pondasi hukum dalam pembangunannya seperti Perpres No 46 tahun 2025 tentang pengadaan barang dan jasa dari pemerintah dan Undang – undang No 2 tahun 2017 tentang jasa kontruksi serta Undang – undang No 14 tahun 2008 tentang keterbukaan informasi publik / KIP,
Namun apa yang terjadi di dalam kegiatan pelaksanaan pembangunan Prasarana fasilitas pentas Seni di SMAN 2 Batang Anai kab Padang Pariaman yang di berikan kepercayaan kepada CV Maha karya sebagai pertangung jawab kegiatan pelaksana dan pengawas pembangunan di berikan kepada CV Ajaki karsa konsultan, di dalam pembangunan pentas Seni tersebut di anggarkan sebesar. Rp 79,358 000, dengan waktu pelaksana di berikan selama 60 hari kalender dan kegiatan tersebut di mulai pada tgl 31 juli 2026,

Dari hasil investigasi awak media fokus harian ke lokasi pembangunan pentas seni di SMAN 2 batang Anai tersebut indikasi kegiatan pelaksanaannya di lakukan tidak mencerminkan mutu kwalitas dan kwantitas yang kurang baik atau di kerjakan Asal – asalan demi mendapat keuntungan yang lebih besar oleh rekanan pelaksananya yang di berikan pertangung jawab oleh dinas pendidikan Propinsi Sumbar,
Dengan adanya kegiatan pelaksanaan Pembangunan pentas seni di lakukan indikasi asal – asalan dengan kondisi retak – retak oleh rekanan dari CV Maha karya , awak media mencoba menghubungi pak Beni sebagai Kabid Prasarana dinas pendidikan Sumbar lewat hp selulernya, dengan jawaban dan keterangan yang di sampaikan, Saya sedang berada di Solok dalam melakukan kunjungan dan pengawasan kegiatan yang sama , nantik saya hubungi rekanan pelaksananya sebagai penanggung jawab kegiatan pentas seni di SMAN 2 batang Anai tersebut, kalau di buat pula beritanya ber – Arti bapak tidak ada rasa kemitraan dengan saya lagi , pada hal kita sudah saling kenal selama ini bukan di hari ini saja kita berteman , yang penting masalah tersebut dengan saya saja nantik untuk menyelesaikannya, ungkap pak Beni sambil menutup telpon selulernya
Pada hari sama awak media fokus harian juga menghubungi seorang pengawas yang tak mau di sebut namanya, dari konfirmasi lewat hp seluler, mengatakan Saya sedang berada di Sungai Geringging dalam melakukan pengawasan beberapa kegiatan, nantik saya pertemukan bapak dengan rekanan pelaksananya pada hari Senen besok tanggal 24 Agustus 2026, sambil menyampaikan kegiatan yang lagi kurang baik tersebut kepada pimpinan CV Maha karya untuk di perbaiki kembali , sekira tak mau memperbaiki kegiatan pentas seni itu sesuai Spek , saya secara pribadi tak mau menerima hasil , sambil mengakhiri dan memutuskan sambung hp selulernya,
Setelah beberapa hari kemudian awak media fokus harian mendapat telpon dari seseorang yang belum di kenal , dalam sambungan telpon tersebut mengatakan sambil menyampaikan indititasnya, Saya Edi gondrong alamat di Pariaman, dan saya juga sebagai mantan wartawan dan sekarang bergabung dengan salah satu LSM,

Kapan kira – kira kira bisa bertemu sambil ngopi – ngopi dulu , karena pelaksana kegiatan pentas seni di SMAN 2 batang Anai itu teman saya juga, beliau berharap dan meminta tolong bisa menghubungi bapak dalam menyelesaikan masalah kegiatan teman saya dengan bapak , nantik atau kapan – kapan saya menghubungi bapak kembali sambil menutup telpon selulernya,
Edisi Pertama (Anton caniago )















































